Jumat, 12 April 2013

editing image adobe photoshop


PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
            Pengembangan manipulasi gambar digital banyak mempengaruhi industri fotografi. Pengembangan tersebut menciptakan seni pengolah gambar (photo retouching) dan mengubah cara kerja: produk yang biasanya hanya dapat diciptakan oleh fotografer profesional selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, kini dapat diproduksi oleh seniman amatir sekalipun. Manipulasi gambar digital telah menyumbang begitu banyak hal kepada dunia fotografi dengan memungkinkan manipulasi yang awalnya sulit atau bahkan tak mungkin. Photoshop berperan besar dalam perkembangan dunia digital saat ini.
            Pada masa revolusi fotografi digital di tahun 90-an, Photoshop menjadi standar di dunia industri. Banyak fotografer yang menggunakan program ini untuk mengoptimalkan hasil akhir foto yang mereka ciptakan.

II.2. Tujuan
            Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
Ø  Dapat mengetahui pengertian adobe photoshop
Ø  Dapat mengetahui sejarah perkembangan fotoshop
Ø  Dapat mengetahui format,tool dalam adobe photoshop

II.3. Perumusan Masalah
            Pada makalah ini membahas mengenai adobe photoshop








BAB II
PEMBAHASAN

II. 1.  Pengertian Photoshop
            Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 dan versi yang terakhir (keduabelas) adalah Adobe Photoshop CS5.
            Photoshop tersedia untuk Microsoft Windows, Mac OS X, dan Mac OS; versi 9 ke atas juga dapat digunakan oleh sistem operasi lain seperti Linux dengan bantuan perangkat lunak tertentu seperti CrossOver. (http://shoobe.blogspot.com/2012/07/pengertian-photoshop.html, 2012)

II.2. Perkembangan Fotoshop
            Pada tahun 1987, Thomas Knoll, mahasiswa PhD di Universitas Michigan, mulai menulis sebuah program pada Macintosh Plus-nya untuk menampilkan gambar grayscale pada layar monokrom. Program ini, yang disebut Display, menarik perhatian saudaranya John Knoll, seorang karyawan di Industrial Light & Magic, yang merekomendasikan Thomas agar mengubah programnya menjadi program penyunting gambar penuh. Thomas mengambil enam bulan istirahat dari studi pada tahun 1988 untuk berkolaborasi dengan saudaranya pada program itu, yang telah diubah namanya menjadi ImagePro. Setelah tahun itu, Thomas mengubah nama programnya menjadi Photoshop dan bekerja dalam jangka pendek dengan produsen scanner Barneyscan untuk mendistribusikan salinan dari program tersebut dengan slide scanner; "total sekitar 200 salinan Photoshop telah dikirimkan"dengan cara ini.Selama waktu itu, John bepergian ke Silicon Valley di California dan memberikan demonstrasi program itu kepada insinyur di Apple Computer Inc. dan Russell Brown, direktur seni di Adobe. Kedua demonstrasi itu berhasil, dan Adobe memutuskan untuk membeli lisensi untuk mendistribusikan pada bulan September 1988. Sementara John bekerja pada plug-in di California, Thomas tetap di Ann Arbor untuk menulis kode program. Photoshop 1.0 dirilis pada 1990 khusus untuk Macintosh. (http://imbotphotoshop.blogspot.com/2012/11/pengertian-photoshop.html, 2012)

II.3. Fitur Fotoshop
            Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.
Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan-Adobe lainnya. File format asli Photoshop, .PSD, dapat diekspor ke dan dari Adobe ImageReady. Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, After Effects dan Adobe Encore DVD untuk membuat DVD profesional, menyediakan penyuntingan gambar non-linear dan layanan special effect seperti background, tekstur, dan lain-lain untuk keperluan televisi, film, dan situs web. Sebagai contoh, Photoshop CS dapat digunakan untuk membuat menu dan tombol (button) DVD.
(http://amatureboyz.wordpress.com/category/design-grafis/teori-dasar-photoshop/, 2012)
Photoshop dapat menerima penggunaan beberapa model warna:
  • RGB color model
  • Lab color model
  • CMYK color model
  • Grayscale
  • Bitmap
  • Duotone
Versi terbarunya, yang dirilis pada tahun 2005, adalah versi 9. Program ini dipasarkan dengan nama "Photoshop CS2." "CS" merefleksikan integrasi produk Photoshop dengan aplikasi "Creative Suite buatan Adobe dan disebut "2" karena program ini adalah versi rilis ke-2 sejak Adobe mengintegrasikan kedua produknya. Ada beberapa pada tambahan pada Photoshop CS2 seperti multiple layer selecting dan "warp," versi kurva dari transform tool dan color replacement tool, yang sebelumnya hadir sebagai plug-in 8BF.
Untuk para penggemar fotografi, Adobe menyediakan filter "reduce grain" (mengurangi grain) yang dapat membantu mengoptimalkan foto yang diambil pada kondisi kekurangan cahaya. Untuk "memperjelas" perbedaan produk CS dengan produk-produk Photoshop sebelumnya, Adobe menghilangkan lambang mata Photshop, yang dipresentasikan dalam bentuk yang berbeda-beda sejak versi 3 sampai versi 7. Photshop CS dan CS2 kini menggunakan bulu sebagai ikon dan bentuk identifikasinya.
Versi beta Photoshop CS3 telah dirilis untuk pengguna CS2 pada tanggal 15 Desember 2006. Berbeda dengan Photoshop CS dan CS2 yang menggunakan bulu sebagai logonya, Logo untuk edisi ketiga ini berbentuk tipografi, dengan huruf 'Ps' berwarna putih dan berlatar belakang biru-gradien.
Versi terakhirnya dilengkapi dengan Adobe Camera RAW, sebuah plugin yang dikembangkan oleh Thomas Knoll yang dapat membaca beberapa format file RAW dari kamera digital dan mengimpornya langsung ke Photoshop. Versi awal RAW plugin ini juga tersedia untuk Photoshop 7.0.1 dengan tambahan biaya $99 USD.
Secara Photoshop adalah sebuah program penyunting gambar standar industri yang ditujukan untuk para profsional raster grafik, harga yang ditawarkan pun cukup tinggi; kira-kira US$600. Keadaan ini memancing beberapa programer untuk merancang peralatan grafik (graphics tools) dengan harga yang lebih terjangkau. Untuk menghadapi persaingan ini, dan untuk menghadapi pembajakan produknya, Adobe memperkenalkan Photoshop Elements, sebuah versi lain dari Photoshop yang lebih minimalis, dengan harga terjangkau; di bawah US$100. Produk ini ditujukan untuk pengguna rumahan dan menghilangkan beberapa fitur profesional.

II.4. Format Fotoshop
            Photoshop memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis gambar berformat raster dan vektor seperti .png, .gif, .jpeg, dan lain-lain. Photoshop juga memiliki beberapa format file khas:
  • .PSD (Photoshop Document) format yang menyimpan gambar dalam bentuk layer, termasuk teks, mask, opacity, blend mode, channel warna, channel alpha, clipping paths, dan setting duotone. Kepopuleran photoshop membuat format file ini digunakan secara luas, sehingga memaksa programer program penyunting gambar lainnya menambahkan kemampuan untuk membaca format PSD dalam perangkat lunak mereka.
  • .PSB' adalah versi terbaru dari PSD yang didesain untuk file yang berukuran lebih dari 2 GB
  • .PDD adalah versi lain dari PSD yang hanya dapat mendukung fitur perangkat lunak PhotshopDeluxe.
II.5. Tool Fotoshop
            Tool merupakan palet yang berisi tombol – tombol perintah yang berguna untuk menggambar, memberi warna, menyunting, menyeleksi, memodifikasi gambar, menulis teks, dan berbagai fungsi lainnya. Berikut ini adalah penjelasan nama dan fungsi dari tombol – tombol perintah yang terdapat dalam toolbox. (http://efekphotoshop.com/photoshop-tutorial/10-fungsi-tool-photoshop.html, 2012)
A. Menu
http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2008/03/menu-photoshop.jpg
1. File
Berkaitan dengan file seperti menyimpan, membuka, export, import, dan cetak.
2. Edit
Menu editing secara umum seperti cut, copy, paste, transform image, serta untuk mengatur preferences Adobe Photoshop.
3. Image
Berisi editing image untuk mengatur warna, hue/saturation, brightness/contrast, ukuran.
4.Layer
Berkaitan dengan manajemen layer pada image, seperti menambah layer, menghapus, menambah efek pada layer, serta masking.
5. Select
Berkaitan dengan selection image.
6. Filter
Berhubungan dengan pada Photoshop yang dapat digunakan untuk memberi Efek tertentu pada image.
7. View
Digunakan untuk pengaturan view seperti zooming image, menampilkan skala, dan sebagainya.
8. Window
Digunakan untuk mengatur / menampilkan window
9. Help
Untuk menampilkan help dan tutorial Adobe Photoshop.
B. Tool Option Bar
http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2008/03/tool-option-bar.jpg
Hampir semua tool pada Toolbox memiliki options, yang ditampilkan pada Tool Option bar. Options tersebut digunakan untuk mengatur nilai parameter atau
option dari tool yang sedang aktif/dipilih. Sebagai contoh :
http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2008/03/tool-option-bar2.jpg
Setelah nilai parameter pada tool option bar diubah-ubah , (kita dapat mengembalikannya lagi menjadi nilai default (nilai semula). Yaitu dengan memilih icon tool yang ada di sebelah kiri, kemudian klik tombol . Pada context menu yang muncul, pilih Reset Tool untuk mengembalikan nilai default dari tool yang sedang dipilih. Apabila ingin mengembalikan nilai default semua tools, pilih Reset All Tools.
http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2008/03/reset-all-tool.jpg
http://ilmuphotoshop.com/wp-content/uploads/2008/03/toolbox.jpg
C. SELECTION TOOL
  • A.1. Marquee Tool
    Saat kita klik Marquee Tool kita bisa melihat ada 4 jenis marquee tool
    1. Rectangular Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk segi empat pada image.
    2. Elliptical Marquee (Shortcut keyboard: M, atau Shift + M)
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk elips atau lingkaran pada image.
    3. Single Row Marquee
    Digunakan untuk membuat area selection satu baris pada image (ukuran tinggi selection adalah 1 pixel)
    4. Single Column Marquee
    Digunakan untuk membuat area selection satu kolom pada image (ukuran lebar selection adalah 1 pixel).
  • A.2. Move Tool
    Shortcut keyboard: V
    Digunakan untuk menggeser/memindah selection, layers, dan guides.
  • A.3. Lasoo Tool
    (Shortcut keyboard: L, atau Shift + L untuk mengubah jenis Lasoo) Terdiri dari 3 jenis yaitu:
    1. Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection dengan bentuk bebas
    2. Polygonal Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection berbentuk polygon
    3. Magnetic Lasoo
    Digunakan untuk membuat area selection dengan cara menempelkan
    tepi selection pada area tertentu pada image.
  • A.4. Magic Wand Tool
    Shortcut keyboard: W
    Digunakan untuk membuat area selection yang memiliki warna serupa.Perbedaan toleransi warna dapat diatur pada tool option bar.
D. CROP & SLICE TOOL
  • B.1. Crop Tool
    Shortcut keyboard: C
    Digunakan untuk memangkas image (memotong dan membuang area tertentu dari image)
    B.2. Slice Tool
    (Shortcut keyboard: K, atau Shift + K untuk mengubah slice)
    Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Slice Tool
    Digunakan untuk membuat potongan-potongan dari suatu image
    2. Slice Select Tool
    Digunakan untuk memilih potongan pada suatu image


E. RETOUCHING TOOL
  • C.1. Patch/Healing Brush Tool
    (Shortcut keyboard: J, atau Shift + J mengubah tool)
    1. Patch Tool
    Digunakan untuk mengecat/melukis pada area tertentu image dengan pola (pattern) atau sample tertentu. Cocok untuk memberbaiki image yang rusak.
    2. Healing Brush Tool
    Digunakan untuk mengecat/melukis image dengan pola atau sample tertentu. Cocok untuk memperbaiki image yang agak rusak.
  • C.2. Stamp Tool
    (Shortcut keyboard: S, atau Shift + S untuk mengubah tool) terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Clone Stamp Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan sample image tertentu
    2. Pattern Stamp Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu
  • C.3. Eraser Tool
    (Shortcut keyboard: E, atau Shift + E untuk mengubah jenis eraser)
    Terdiri dari 3 jenis yaitu:
    1. Eraser
    Digunakan untuk menghapus pixel image dan mengembalikannya ke state tertentu.
    2. Background Eraser
    Digunakan untuk menghapus area tertentu image menjadi transparan.
    3. Magic Eraser
    Digunakan untuk menghapus area tertentu image yang memiliki warna yang serupa menjadi transparan dengan satu kali klik.
  • C.4. Sharpen, Blur, Smudge Tool
    (Shortcut keyboard: R, atau Shift + R)
    1. Sharpen Tool
    Digunakan untuk menajamkan area tertentu pada image.
    2. Blur Tool
    Digunakan untuk menghaluskan/mengaburkan area tertentu pada image.
    3. Smudge Tool
    Digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu pada image
  • C.5. Dodge, Burn, Sponge Tool
    (Shortcut keyboard: O, atau Shift + O)
    1. Dodge Tool
    Digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada image
    2. Burn Tool
    Digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada image
    3. Sponge Tool
    Digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada image.
E.  PAINTING TOOL
  • D.1. Brush Tool
    (Shortcut keyboard: B, atau Shift + B untuk mengubah tool) Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Brush Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan goresan kuas
    2. Pencil Tool
    Digunakan untuk melukis image dengan goresan pencil
  • D.2. History Brush Tool
    (Shortcut keyboard: Y, atau Shift + Y untuk mengubah jenis)
    Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. History Brush Tool
    Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari Image
    2. Art History Tool
    Digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state
    history dari image, dengan model artistik tertentu.
  • D.3. Gradient, Paint Bucket Tool
    (Shortcut keyboard: G, atau Shift + G)
    1. Gradient Tool
    Digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan
    perpaduan banyak warna.
    2. Paint Bucket Tool
    Digunakan untuk mengecat area yang dipilih dengan warna foreground
    atau pola tertentu.
F. DRAWING AND TYPE TOOL
  1. E.1. Selection Tool
    (Shortcut keyboard: A, atau Shift + A untuk mengubah jenis) Terdiri dari 2 jenis yaitu:
    1. Path Selection Tool
    Digunakan untuk melakukan selection path
    2. Direct Selection Tool
    Digunakan untuk mengubah anchor dan direction point dari path.
    E.2. Type Tool
    (Shortcut keyboard: T, atau Shift + T untuk mengubah jenis) Terdiri dari 4 jenis yaitu:
    1. Horizontal Type Tool
    Digunakan untuk membuat tulisan secara horizontal
    2. Vertical Type Tool
    Digunakan untuk membuat tulisan secara vertikal
    3. Horizontal Type Mask Tool
    Digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara horizontal
    4. Vertical Type Mask Tool
    Digunakan untuk membuat selection berbentuk tulisan secara vertikal
  2. E.3. Pen Tool
    1. Pen Tool
    (Shortcut keyboard: P, atau Shift + P)
    Digunakan untuk membuat path dengan lengkung-lengkung yang halus
    2. Freeform Pen Tool
    (Shortcut keyboard: P, atau Shift + P)
    Digunakan untuk membuat path berbentuk bebas (sesuka kita )
    3. Add Anchor Point Tool
    Digunakan untuk menambah anchor point atau titik editor pada path
    4. Delete Anchor Point Tool
    Digunakan untuk menghapus anchor point tertentu pada path
5. Convert Point Tool
Digunakan untuk mengubah anchor dan direction point tertentu pada path
  • E.4. Shape Tool
    (Shortcut keyboard: U, atau Shift + U untuk mengubah jenis)
    1. Rectangle Tool
    Digunakan untuk menggambar bentuk segi empat
    2. Rounded Rectangle Tool
    Digunakan untuk menggambar segi empat melengkung
    3. Ellipse Tool
    Digunakan untuk menggambar ellipse
    4. Polygon Tool
    Digunakan untuk menggambar polygon
    5. Line Tool
    Digunakan untuk menggambar garis lurus
    6. Custom Shape Tool
    Digunakan untuk menggambar bentuk tertentu dari daftar bentuk yang ada
G. ANNOTATION, MEASURING & NAVIGATION TOOL
  • F.1. Notes Tool
    (Shortcut keyboard: N, atau Shift + N untuk mengubah jenis)
    1. Notes Tool
    Digunakan untuk membuat catatan pada image seperti copyright.
    2. Audio AnnotationTool
    Digunakan untuk membuat suara/audio pada image
  • F.2. Eyedropper, Measure Tool
    (Shortcut keyboard: I, atau Shift + I)
    1. Eyedropper Tool
    Digunakan untuk mengambil sample warna pada image untuk warna
    foreground
    2. Color Sampler Tool
    Digunakan untuk mengambil berbagai sample warna pada image
    3. Measure Tool
    Digunakan untuk mengukur jarak atau sudut pada image
  • F.3. Hand Tool
    Shortcut keyboard: H
    Digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang image di dalam window view area.
  • F.4. Zoom Tool
    Shortcut keyboard: Z
    Digunakan untuk memperbesar atau memperkecil tampilan image.
  • F.5. Background and foreground color
    Supaya default tekan tombol D maka warna foreground dan background menjadi putih dan hitam. Untuk menukar warna background dan foreground tekan tombol X.
  • F.6. Normal and Quickmask Mode
    Normal Mode : Semua fungsi seperti brush akan berjalan seperti biasanya. Quickmask Mode : fungsi brush bisa dipakai untuk seleksi cuman jika setelah proses quickmask maka yang diseleksi malah dibagian luar nya.
  • F.7. Screen Mode
    Untuk melihat tampilan area kerja windows.

Memulai Penggunaan Photoshop
3.1. Menyiapkan Jendela Kerja Baru
Untuk menyiapkan jendela kerja baru yang masih kosong, ikuti langkah
berikut ini:
1. Pilih dan klik menu File > New (Ctrl+N). Kotak dialog New akan
ditampilkan. Lihat gambar 3.1.
Gambar 3.1 Kotak Dialog New
2. Pada kotak isian Name, ketikkan nama jendela kerja baru yang Anda inginkan
3. Dengan menggunakan tombol daftar pilihan Preset Size, pilih dan klik ukuran jendela kerja yang Anda inginkan.
4. Jika perlu lakukan pengaturan lebar (Width), tinggi (Height), tingkat resolusi (Resolution), dan jenis pewarnaan (Mode).
5. Klik OK, dengan langkah ini jendela kerja baru yang masih kosong
dan siap Anda sunting akan ditampilkan. Lihat gambar 3.2
Gambar 3.2 Tampilan Jendela Kerja Baru yang masih kosong
3.2. Membuka File Image
Apabila Anda bermaksud menyunting file image yang sudah ada, Anda
harus membuka file tersebut terlebih dahulu dengan langkah berikut ini:
1. Pilih dan klik menu File > Open (Ctrl+O). Kotak dialog Open akan
ditampilkan. Lihat Gambar 3.3
2. Pada tombol daftar pilihan Look in, pilih dan klik drive dan folder
tempat dimana file tersimpan.
Catatan:
Anda juga dapat membuka kembali file yang tersimpan pada folder
tertentu yang terdapat pada folder bar. Untuk menampilkan isi folder
yang ada pada folder bar, cukup dilakukan dengan cara mengklik icon
foldernya.
Gambar 3.3 Kotak Dialog Open
3. Pada kotak isian File name, ketikkan nama file yang Anda ingin buka
atau klik-ganda pada nama file yang Anda inginkan.
Catatan:
Jika diperlukan pada tombol daftar pilihan Files of type, Anda dapat
memilih jenis dan bentuk format penyimpanan file image yang ingin
ditampilkan atau dibuka kembali.
4. Klik tombol perintah Open. Tunggu hingga jendela kerja Photoshop
7.0 dan image yang Anda inginkan terbuka. Lihat gambar 3.4.
Catatan:
􀂃 Untuk membuka kembali file image yang pernah dibuka atau disunting
sebelumnya, Anda akan lebih cepat dengan menggunakan menu File >
Open Recent, kemudian klik nama file yang Anda inginkan.
􀂃 Untuk membuka file image yang telah disimpan dalam format
Photoshop seperti file *.PSD dan *.PDD, Anda dapat membukanya
dengan memilih menu File > Open As (Alt+Ctrl+O).
Gambar 3.4 Tampilan Image yang sudah dibuka
3.3. Menyimpan Image yang Telah Disunting
Setelah Anda menyunting image, jangan lupa untuk menyimpan hasil
penyuntingan tersebut dengan memilih dan mengklik menu File > Save
(Ctrl+S).
Apabila Anda bermaksud menyimpan hasil penyuntingan tersebut dengan
nama file baru atau apabila image tersebut sebelumnya belum pernah
disimpan, ikuti langkah berikut ini:
1. Pilih dan klik menu File > Save As (Shift+Ctrl+S). Kotak dialog Save
As akan ditampilkan. Lihat Gambar 3.5
2. Pada tombol daftar pilihan Save in, pilih dan klik nama drive atau
folder tempat penyimpanan file.
3. Pada kotak isian File name, ketikkan nama file baru yang Anda
inginkan.
4. Apabila perlu tentukan pula format penyimpanan filenya, dengan
melakukan pemilihan pada tombol daftar pilihan Format.
5. Klik tombol perintah Save. Apabila Anda memilih format file JPEG,
kotak dialog JPEG Option akan ditampilkan. Lihat Gambar 3.6
Gambar 3.5 Kotak Dialog Save As
Gambar 3.6 Kotak Dialog JPEG Options
Pada kotak dialog JPEG Options, lakukan pengaturan dan pemilihan
berikut ini:
􀂃 Pada kotak Image Options, tentukan kualitas image yang ingin Anda
simpan.
􀂃 Pada kotak Size, akan ditampilkan perkiraan ukuran file yang akan
terbentuk dan lamanya waktu download bila akan dikirim dengan
melalui modem.
Klik OK, untuk mulai melakukan proses penyimpanan.
3.4. Menyimpan Image yang akan ditempatkan pada Halaman Web
Untuk menyimpan iamge yang nantinya akan ditempatkan pada halaman
web, ikuti langkah berikut ini:
1. Pilih dan klik menu File > Save for Web (Alt+Shift+Ctrl+S). Kotak
dialog Save for Web akan ditampilkan. Lihat Gambar 3.7
Gambar 3.7 Kotak Dialog Save for Web
2. Pada kotak dialog tersebut Anda dapat melihat image dengan berbagai
pilihan berikut ini:
􀂃 Tab Original, menampilkan image aslinya.
􀂃 Tab Optimized, menampilkan image hasil konversi ke format GIF
lengkap dengan ukuran file dan waktu download yang dibutuhkan.
3. Apabila pemilihan dan pengaturan yang telah Anda lakukan ingin
tersimpan, pilih dan klik tombol perintah Done. Sedangkan untuk
menyimpan image yang nantinya akan ditempatkan pada halaman
Web, pilih dan klik tombol perintah Save.
3.5. Menutup Image yang Telah Disunting.
Apabila image yang Anda sunting telah disimpan, Anda dapat menutupnya
dengan cara memilih dan mengklik menu File > Close (Ctrl+W).  (Nano, 2005)

Membuat Desain dengan Layer
Pada bab ini kita akan berlatih mendesain dengan memanipulasi gambar
yang sudah ada serta dengan mengaplikasikan pallete layer. Pertama kita
buka gambar yang akan digunakan sebagai gambar utamanya dengan nama
bear.psd pada folder :
C:\Program Files\Adobe\Photoshop 7.0\samples\flower.psd
Klik menu File > Save As dan beri nama, misal berlatih.psd lalu save.
Untuk memulai bekerja denga layer kita buka file gambar yang lain untuk
kita gabungkan dengan gambar file gambarnya bernama ducky.tiff dan
letaknya pada folder yang sama dengan yang atas.
Gambar dari ducky terlalu besar, akan kita perkecil ukurannya dengan
memilih menu Image > Image Size sehingga muncul kotak dialog. Lalu
isikan ukuran yang baru yaitu 120X131 pixel.
4.5.1 Menggabungkan Gambar
1. Klik Move Tool di toolbox dan tunjuk ducky.tiff lalu geser ke
berlatih.psd sehingga gambar bebek tersebut menumpuk diatas gambar
bunga. Gambar bebek sekarang mempunyai layer tersendiri pada
pallete layer berlatih.psd. sekarang kita tidak memerlukan lagi gambar
ducky.tiff karena gambar tersebut sudah dimasukkan ke dalam gambar
berlatih.psd. Untuk seterusnya kita hanya bekerja pada gambar
berlatih.psd
2. Pada layer palette akan muncul gambar bebek berada pada layer 1.
Agar lebih mudah nama layer 1 diganti bebek caranya dengan mengklik
kanan layer tersebut dan pilih menu layer properties lalu ganti
namanya.
4.5.1 Memilih, Menghapus Objek pada Layer dan Mengumpulkan
Layer-Layer
Pada gambar diatas masih terdapat kotak putih dibelakang gambar bebek.
Gambar putih tersebut akan kita hilangkan dengan cara seperti berikut:
1. Pastikan aktif layer berada pada layer bebek karena kita akan bekerja
pada layer tersebut.
2. Agar tidak menggangu, layer visible dari layer lain dihilangkan untuk
sementara
3. Gunakan magic wand tool lalu klik daerah yang berwarna putih. Maka
seleksi akan melingkupi seluruh daerah yang berwarna putih tersebut.
4. Tekan keyboard delete untuk menghilangkan daerah yang dilingkupi
oleh seleksi, dalam hal ini adalah daerah yang berwarna putih.
5. Kembalikan layer visible dari layer yang lain agar kembali bergabung
dengan gambar bebek
6. Sekarang akan kita buat empat gambar bebek yang sama dengan cara
mengkopi layer bebek. Caranya klik kanan layer bebek lalu pilih menu
duplicate layer dan beri nama bebek 2, bebek 3, bebek 4.
7. Setelah kita kopi menjadi 4 buah gambar bebek, gambar yang tampak
hanya satu, hal ini disebabkan keempat gambar bebek tersebut
bertumpuk sehingga saling menutupi. Agar gambar bebek tampak
berjumlah empat buah maka tiap gambar harus kita geser satu persatu.
Pertama letakkan aktif layer pada layer bebek 1, kemudian geser
gambar bebek dengan menggunakan move tool. Lalu pindah aktif layer
ke layer dua dan pindahkan gambar bebek 2 ke tempat yang lain lagi,
dan begitu seterusnya hingga gambar yang keempat.
8. Selanjutnya akan kita putar dan kita balik sedemikian rupa sehingga
gambar akan menjadi seperti di bawah ini. Untuk memutar atau
membalik gunakan menu Edit > Transform. Ada lebih dari satu
operasi yang dilakukan terhadap masing-masing gambar. misal gambar
bebek yang berada di kiri atas diberi operasi flip horisontal untuk
membalikkan gambar secara horisontal.
9. Simpan hasil pekerjaan Anda. (Nano, 2005)

Penggunaan dalam mencerahkan Gambar
pertama buka gambar yang mau kita bikin sketsa :
http://4.bp.blogspot.com/_gNirssS9omg/SQ7460gEjgI/AAAAAAAAADk/nAtxSTHdDtI/s320/sketsa1-300x210.jpg
Tekan CTRL + SHIFT + U ( image > adjusment > desaturate ) untuk desaturate atau membuat gambar menjadi hitam putih atau bahasa jawanya Black en White.. setelah itu tekan CTRL + J untuk menduplikasi gambar tadi.
http://3.bp.blogspot.com/_gNirssS9omg/SQ75P_pnebI/AAAAAAAAADs/BDr33FEZ988/s320/sketsa2-300x208.jpg

di Layer yang baru dibuat atau di gambar duplikat , Klik Image > adjustment > Invert atau tekan CTRL + I
http://3.bp.blogspot.com/_gNirssS9omg/SQ75mUFRv4I/AAAAAAAAAD0/iMuRtQSPK8w/s320/sketsa3-300x226.jpg

ganti layer Efek dari normal ke Color dodge
http://4.bp.blogspot.com/_gNirssS9omg/SQ755Nj3DGI/AAAAAAAAAD8/f0y9t5MXZZk/s320/sketsa4.jpg

gambar akan berubah jadi putih atau ada bercak-bercak hitam dikit..
Setelah itu klik Filter > Blur > Gaussian Blur
http://3.bp.blogspot.com/_gNirssS9omg/SQ76KWEVEgI/AAAAAAAAAEE/K4Q791MlSdU/s320/sketsa5-289x300.jpg

setelah di set, klik OK. hasilnya :
http://3.bp.blogspot.com/_gNirssS9omg/SQ76V0G7tiI/AAAAAAAAAEM/WCjlOOw1Lac/s320/sketsa6.jpg







BAB III
KESIMPULAN
1.      Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek.Photoshop  digunakan untuk memodifikasi gambar atau foto secara profesional baik meliputi modifikasi obyek yang sederhana maupun yangsulit sekalipun.
2.      Photoshop merupakan salah satu software yang berguna untuk mengolah gambar berbasis bitmap, yang mempunyai tool dan efek yang lengkap
sehingga dapat menghasilkan gambar atau foto yang berkwalitas tinggi.
3.      Kelengkapan fitur yang ada di dalam Photoshop inilah yang akhirnya membuat software ini banyak digunakan oleh desainer grafis profesional. Dan mungkin juga sampai saat ini masih belum ada software desain grafis lain yang bisa menyamai kelengkapan fitur dalam Photoshop.










DAFTAR PUSTAKA
http://amatureboyz.wordpress.com/category/design-grafis/teori-dasar-photoshop/. (2012).
http://efekphotoshop.com/photoshop-tutorial/10-fungsi-tool-photoshop.html. (2012).
http://imbotphotoshop.blogspot.com/2012/11/pengertian-photoshop.html. (2012).
http://shoobe.blogspot.com/2012/07/pengertian-photoshop.html. (2012).
Nano, K. (2005). odul Adobe Photoshop 7.0. Jakarta: Depdiknas Dirjen Dikdasmen PPPG Kejuruan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar